Senin, 16 April 2018

JARINGAN KOMPUTER

A. Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program-program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, harddisk, dan sebagainya. Selain itu jaringan komputer bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada diberbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan.

B. TUJUAN MEMBANGUN JARINGAN KOMPUTER

Tujuan dibangunya suatu jaringan komputer adalah membawa informasi secara tepat dan  tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) menuju kesisi penerima (receiver) melalui media komunikasi.

Ada beberapa hal yang masih dirasa menjadi kendala, yaitu :

1. Masih mahalnya fasilitas komunikasi yang tersedia dan bagaimana memanfaatkan jaringan komunikasi yang ada secara efektif dan efisien.

2. Jalur transmisi yang digunakan tidak benar – benar bebas dari masalah gangguan (noise).

C.  MANFAAT JARINGAN KOMPUTER

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer, yaitu :

1.   Sharing resources

Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.

2.  Media Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.

3.  Integrasi Data

Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.

4.  Pengembangan dan Pemeliharaan

Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka tidak perlu membeli printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat digunakan secara bersama – sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus maka pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada pada komputer pusat.

5.  Keamanan Data

Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data.  Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.

6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini

Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama, akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.

D. JENIS JARINGAN KOMPUTER

Berdasarkan jarak dan area kerjanya jaringan komputer dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :

1.   Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

Dengan memperhatikan kecepatan transmisi data, maka LAN dapat digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu :

a.   Low Speed PC Network

Kecepatan transmisi data pada Low Speed PC Network kurang dari 1 Mbps dan biasanya diterapkan untuk personal computer. Contoh dari jenis ini adalah Omninet oleh Corvus Systems (network bus), Constalation oleh Corvus Systems (star network), Apple talk oleh Apple Corporation.

b.   Medium Speed Network

Kecepatan transmisi data pada Medium Speed Network berkisar antara 1 – 20 Mbps dan biasnya diterapkan untuk mini computer. Contoh dari jenis ini adalah Ethernet oleh Xerox, ARC Net oleh Datapoint Corporation, Wangnet oleh Wang Laboratories.

c.   High Speed Network

Kecepatan transmisi data pada Hig Speed Network lebih dari 20 Mbps dan biasanya diterapkan untuk mainframe computer. Contoh dari jenis ini adalah Loosely Coupled Network oleh Control Data Corporation, Hyper Channel oleh Network System Corporation.

2.   Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3.   Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program.

E.   TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER

Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.

Adapun topologi fisik yang umum digunakan dalam membangun sebuah jaringan adalah :

1.  Topologi Bus (Bus Topology)

Menggunakan satu segment ( panjang kabel ) backbone, yaitu yang menyambungkan semua host secara langsung.

2.   Topologi Ring (Ring Topology)

Menghubungkan satu host ke host setelah dan sebelumnya. Secara fisik jaringan ini berbentuk ring (lingkaran).

3.  Topologi Star (Star Topology)

Menghubungkan semua kabel pada host ke satu titik utama. Titik ini biasanya menggunakan Hub atau Switch.

4. Topologi Extended Star (Extended Star Topology)

Merupakan perkembangan dari topologi star. Memiliki beberapa titik yang terhubung ke satu titik utama.

5. Topologi Hirarki (Hierarchical Topology)

Dibuat mirip dengan topologi extended star. Sistem dihubungkan ke komputer yang mengendalikan trafik pada topologi.

6. Topologi Mesh (Mesh Topology)

Menghubungkan satu titik ke titik yang lainnya. Kondisinya di mana tidak ada hubungan komunikasi terputus secara absolut antar node komputer.

Topologi Logik pada umumnya terbagi mejadi dua tipe, yaitu :

1. Topologi Broadcast

Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.

2. Topologi Token Passing

Mengatur pengiriman data pada host melalui media dengan menggunakan token yang secara teratur berputar pada seluruh host. Host hanya dapat mengirimkan data hanya jika host tersebut memiliki token. Dengan token ini, collision dapat dicegah.

F.    PROTOKOL

1.  Pengertian Dasar Protokol

Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim (transmitter) dan sisi penerima (receiver) agar komunikasi berlangsung dengan benar. Selain itu protokol juga berfungsi untuk memungkinkan dua atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam protokol adalah sebagai

berikut :

a. Syntax

 Merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekan sinyal.

b. Semantix

 Digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim dan mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tadi.

c. Timing

 Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.

2.  Fungsi Protokol

Fungsi – fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.   Fragmentasi dan Reassembly

Fungsi dari fragmentasi dan reassembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi tadi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap.

b.   Encaptulation

Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi berita yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.

c.  Connection Control

Fungsi dari connection control adalah membangun hubungan komunikasi dari transmitter dan receiver, dimana dalam membangun hubungan ini termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan.

d.  Flow Control

Fungsi dari flow control adalah mengatur perjalanan data dari transmitter ke receiver.

e.  Error Control

Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.

f.  Transmission Service

Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data.

3.  TCP/IP

TCP/IP bukanlah sebuah protokol tunggal tetapi satu kesatuan protokol dan utility. Setiap protokol dalam kesatuan ini memiliki aturan yang spesifik. Protokol ini dikembangkan oleh ARPA (Advanced Research Projects Agency) untuk departemen pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969.

ARPA mengingikan  sebuah  protokol yang memiliki karakter sebagai berikut :

a.  Mampu menghubungkan berbagai jenis sistem operasi.

b.  Dapat diandalkan dan mampu mendukung komunikasi kecepatan tinggi.

c.  Routable  dan  scalable  untuk memenuhi jaringan yang kompleks dan luas. Sebuah alamat TCP/IP adalah nilai biner berukuran 32 bit yang diberikan kesetiap host dalam sebuah jaringan. Nilai ini digunakan untuk mengenali jaringan di mana host tersebut dan mengenali nomor unik host bersangkutan dijaringan tertentu. Setiap host yang terhubung jadi satu pada sebuah internet work harus memiliki satu alamat unik TCP/IP.

Setiap alamat terbagi atas dua komponen :

a.   Network ID

Ini adalah bagian dari alamat IP yang mewakili jaringan fisik dari host (nama jalan dari rumah). Setiap komputer dalam segmen jaringan tertentu akan memiliki ID jaringan yang sama.

b.  Node ID

Ini adalah bagian yang mewakili bagian individu dari alamat (nomor rumah). Bila komputer disegment jaringan memiliki alamat, maka jaringan tersebut perlu tahu milik siapakah suatu paket itu.

Seperti yang disebutkan diatas tadi bahwa nilai IP adalah nilai biner 32 bit. Nilai tersebut terbagi menjadi empat bagian nomor 8 bit yang disebut oktet. Contoh alamat IP :202.149.240.66 dengan menggunakan contoh diatas, katakanlah administrator mensetup jaringan dengan semua komputer memiliki bagian nilai yang sama 202.149.240.XXX. kondisi inilah yang disebut network ID. Nomor pada XXX adalah node ID-nya.

Setiap alamat TCP/IP jatuh pada satu kelas alamat. Kelas mewakili sebuah grup alamat yang segera dapat dikenali komponen software sebagai bagian dari sebuah jaringan fisik. Misalkan, ambil contoh alamat TCP/IP berikut dan nilai binernya. 10.149.240.66  00001010.10010101.11110000.10000010 dengan memperhatikan tiga nilai biner yang pertama, bisa dikatakan bahwa alamat ini termasuk class A.

Setiap komputer di sebuh jaringan biasanya ingin mengirim data langsung ke komputer lainnya. Komputer pengiriman harus memastikan bahwa si penerima berada di jaringan yang sama atau di luar itu. Subnet mask digunakan oleh protokol stack TCP/IP untuk menentukan bahwa host yang akan dicoba dikomunikasikan berada di jaringan lokal yang sama atau berada di jaringan remote. Ini adalah bagian yang sangat penting dalam konfigurasi TCP/IP.

Materi APSI (Analisis Perancangan Sistem Informasi)

Halo, berikut adalah modul atau materi APSI atau Analisis Perancangan Sistem Informasi yang cukup bagus untuk dipelajari. Modul ini berisi tentang perkembangan sistem informasi, definisi sistem, ilustrasi sistem dan lain-lain yang berhubungan tentang materi dasar pengenalan APSI. Selamat membaca.

Perkembangan SI

Sekitar tahun 1960an : Tujuan utama sistem informasi pada saat itu adalah untuk melakukan otomatisasi proses bisnis yang berjalan pada organisasi.

• Tahun 1970an, sistem informasi sudah lebih berkembang : fokus utama sistem informasi saat itu adalah penyimpanan dan pengaksesan data. Pada saat itu sistem informasi biasanya masih digunakan pada suatu bagian organisasi, khususnya bagian keuangan.

• Tahun 1980an : Pada periode ini, sistem informasi mulai mengarah ke bentuk client server. Sistem informasi sudah dimanfaatkan pada bermacam-macam bagian organisasi, misalnya bagian keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, dan lain-lain.

• Tahun 1990an, internet berkembang sangat cepat : sistem informasi terintegrasi untuk seluruh organisasi sudah mulai dilakukan-> Web

• Tahun 2000an, sistem informasi berkembang semakin pesat. Perkembangan ini didorong dengan semakin berkembangan teknologi internet, dengan kapasitas semakin besar dan harga yang semakin murah. Sudah banyak organisasi yang telah mengintegrasikan sistem informasi mereka dengan sistem informasi organisasi lain untuk mendukung kegiatan organisasi tersebut.

Definisi Sistem

Sistem ialah interaksi dari elemen-elemen yang saling berkaitan bekerja sama untuk mencapai tujuan. Elemen-elemen tersebut ialah elemen sistem konvensional (data, manusia dan prosedur) dan elemen sistem modern (data, manusia, prosedur, hardware dan software).

Definisi Sistem Informasi

Sistem informasi ialah interaksi antara data, manusia dan prosedur (yang didukung oleh hardware dan software) untuk memberikan suatu penyelesaian berupa informasi yang dapat dipakai untuk mengambil suatu tindakan keputusan selanjutnya baik untuk jangka pendek, menengah atau panjang dalam sebuah organisasi. Dengan kata lain, sistem informasi juga adalah suatu kumpulan dari komponen-komponen yang saling berinteraksi untuk mengelola informasi pada suatu organisasi untuk mendukung kegiatan bisnis organisasi.

Elemen Sistem Informasi

Apa saja elemen-elemen dari sistem informasi ?

1. User yang menggunakan dan berinteraksi langsung dengan elemen sistem informasi

2. Sistem Perangkat Keras

3. Sistem Jaringan Komputer

4. Sistem Perangkat Lunak (untuk Client maupun server)

5. Sistem Basis Data

6. Interaksi Antara Manusia dengan Komputer (Interaksi User dengan komputer)

7. Prosedur Operasi

8. Prosedur Pemeliharaan

   DEFINISI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Pengembangan sistem informasi ialah satu set aktivitas, metode, praktik terbaik, siap dikirimkan, dan peralatan terotomasi yang digunakan oleh  stakeholder untuk mengembangkan dan memelihara sistem informasi dan perangkat lunak.

Tim Pengembang Sistem Informasi

▪Project Leader  
▪System Analyst  
▪System Designer
▪ Programmer  Software
▪ Quality Assurance (SQA)   

Metodologi Pengembangan Sistem

Terdapat macam-macam representasi metodologi pengembangan sistem, yaitu:

Architected Rapid

☆ Application Development (Architected RAD)

☆ Dynamic Systems Development Methodology (DSDM)

☆ Joint Application Development (JAD)

☆ Information Engineering (IE)

☆ Rapid Application Development (RAD)

☆ Rational Unified Process (RUP)

☆ Structured Analysis and Design (SAD)

☆ Extreme Programming (XP)

Itulah tadi sekilas materi tentang analisis perancangan sistem informasi atau APSI. Semoga bermanfaat buat teman-teman sekalian. 

Jumat, 13 April 2018

Artikel Pengertian Sistem Pakar

Artikel Pengertian Sistem Pakar



Pengertian Sistem Pakar

Pengertian Sistem Pakar
Sistem pakar merupakan salah satu bidang teknik kecerdasan buatan yang cukup diminati karena penerapannya diberbagai bidang baik bidang ilmu pengetahuan maupun bisnis yang terbukti sangat membantu dalam mengambil keputusan dan sangat luas penerapanya. Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang dirancang agar dapat melakukan penalaran seperti layaknya seorang pakar pada suatu bidang keahlian tertentu

Ciri-ciri sistem pakar
Ciri-ciri sistem pakar adalah sebagai berikut:
  1. Terbatas pada domain keahlian tertentu.
  2. Dapat memberikan penalaran untuk data data yang tidak pasti.
  3. Dapat mengemukan rangkaian alasan-alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami.
  4. Berdasarkan pada kaidah/rRule tertentu.
  5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.
  6. Keluaranya bersifat anjuran.

Komponen sistem pakar terbagi menjadi empat bagian, yaitu:
  1. Knowledge Base (Basis Pengetahuan)Knowledge Base merupakan inti dari program sistem pakar karena basis pengetahuan itu merupakan presentasi pengetahuan atau knowledge representation basis pengetahuan adalah sebuah basis data pengetahuan ini terdiri dari kumpulan objek beserta aturan dan atributnya (sifat atau cirinya).Contoh : If hewan merupakan sayap dan bertelur then hewan jenis burung.
  1. Working Memory (Basis Data atau Memori Kerja)Working memory adalah bagian yang mengandung semua fakta-fakta baik fakta awal pada saat sistem beroperasi maupun fakta-fakta pada saat pengambilan klesimpulan sedang dilaksanakan selama sistem pakar beroperasi basis data berada di adalam memori kerja.
  1. Inference Engine (Mesin Inferensia)
Inference Engine adalah bagian yang menyediakan mekanisme fungsi berfikir dan pola-pola penalaran sistem yang digunakan oleh seorang pakar.
·   Mekanisme ini akan menganalisa masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik.
·   Mesin ini akan dimulai pelacakannya dengan mencocokan kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan dengan fakta-fakta yang ada dalam basis data.

Dua teknik Inference, yaitu:
  • Backward Chaining (Pelacakan kebelakang)
Melalui penalaranya dari sekumpulan hipotesis menuju fakta-fakta yang mendukung tersebut,jadi proses pelacakan berjalan mundur dimulai dengan menentukan kesimpulan yang akan dicari baru kemudian fakta-fakta pembangun kesimpulan atau a Goal Driven.

  • Forward Chaining (Pelacakan ke depan)
Forward Chaining merupakan kebalikan dari Backward Chaining yaitu mulai dari kumpulan data menuju kesimpulan. Suatu kasus kesimpulannya dibangun berdasarkan fakta-fakta yang telah diketahui atau data driven.

Sistem Kerja Pakar
  1. Modul Penerimaan Pengetahuan
Untuk mendapatkan pengetahuan sistem pakar dilakukan proses penerimaan pengetahuan. Proses ini dilakukakan melalui interaksi dengan pakar penerimaan pengetahuan dilakukan dengan bantuan Knowledge Engineer (KE), yaitu seorang spesialis sistem yang menterjemahkan pengetahuan yang dimiliki seorang pakar menjadi pengetahuan yang akan tersimpan dalam basis pengetahuan pada sebuah sistem pakar

  1. Modul Konsultasi
Sistem pakar pada modul konsultasi apabila sistem memberikan konsultasi berupa jawaban atas permasalahan yang diajukan oleh pemakai pada modul ini pemakai yang awam berinteraksi dengan sistem dengan memasukkan data dan jawaban-jawaban pertanyaan sistem.Data yang dimasukkan oleh pemakai ditempatkan dalam database sistem dan kemudian diakses oleh pembangkit inference untuk mendapatkan kesimpulan.

  1. Modul Penjelasan
Modul Penjelasan adalah menjelaskan proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sistem.

Pengertian & Macam-Macam Software Program DataBase Server

Pengertian & Macam-Macam Software Program DataBase Server

Database server adalah sebuah program komputer yang menyediakan layanan database untuk program komputer lain atau komputer, seperti yang didefinisikan oleh model client-server. Istilah ini juga dapat merujuk ke komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program seperti itu.
Jenis-jenis software program Database Server:
MySQL
MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak seperti Apache yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan cipta untuk code sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius.
Kelebihan MySQL antara lain :
1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2. Free (bebas didownload) MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
3. stabil dan tangguh, fleksibel dengan berbagai pemrograman
4. Security yang baik & mendukung transaksi
5. dukungan dari banyak komunitas & perkembangan software yang cukup cepat
6. kemudahan management database
ORACLE
Pengertian Oracle
Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
· Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
Menangani manajemen space dan basis data yang besar
Mendukung akses data secara simultan
Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
Menjamin ketersediaan yang terkontrol
Lingkungan yang terreplikasi
DATABASE DEKSTOP PARADOX
Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.
POSTGRE SQL
Postgre SQL merupakan tool untuk membuat database server yang bersifat open source yang memiliki licensi GPL (General Public License). Postgre SQL mendukung bahasa pemrograman seperti : SQL, C, C++, Java, PHP dan lainnya. Dengan lisensi GPL, PostgreSQL dapat digunakan, dimodifikasi dan didistribusikan oleh setiap orang tanpa perlu membayar lisensi (free of charge) baik untuk keperluan pribadi, pendidikan maupun komersil. Kebanyakan PostgreSQL tersedia untuk pengguna Linux.
MICROSOFT ACCESS
Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2007 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System 2007.
Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

artikel tentang E-Business dan E-COMMERCE

Pengertian E-Business

Begitu banyak definisi tentang e-business yang terdapat dalam literatur dan internet. Berikut ini
adalah beberapa di antaranya:
a)      E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti
perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan
pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan
data yang telah terkomputerisasi. (Steven Alter. Information System: Foundation of E-Business.
b)      E-business meliputi semua hal yang harus dilakukan menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi
ke konsumen. (Sid L. Huff, dkk. 2000. Cases in Electronic Commerce. McGraw-Hill)
c)       . Penggunaan internet dan teknologi digital lainnya untuk komunikasi, koordinasi, dan
manajemen organisasi. (Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. 2001. Esssentials of Management  Information Systems: Organization and Technology in Networked Enterprise. Prentice Hall)
d)      E-business adalah mengenai penggunaan teknologi internet untuk melakukan transformasi
proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-business yang paling mudah terlihat adalah
pembelian barang secara online baik retail maupun grosir. (Samantha Shurety.1999.      E-businesswith Net.Commerce. Prentice Hall)
e)      Definisi e-business menurut IBM adalah sebuah pendekatan yang aman, fleksibel, dan
terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan mengkombinasikan sistem
dan proses yang menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi internet.
(Christoper Stoole. 2000. E-business – Just What is It?
f)       Menghubungkan sistem teknologi informasi tradisional dengan internet akan menjadi
sebuah e-business. (Daniel Amor. 2000. The E-business Revolution. Prentice Hall)
g. E-business adalah mengelola bisnis di internet yang terkait dengan pembelian, penjualan,
pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi antar rekan bisnis. Istilah e-business pertama
kali digunakan salah satunya oleh IBM pada tahun 1997. (SearchCIO.com)

Evolususi e-business di Perusahaan
  1. Brochurware
    Pada tahap ini internet digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan brosur elektronik.
  2. Customer Interactivity
    tahapdimana perusahaan mulai mengembangkan kemampuan aplikasi situsnya untuk memungkinkan komunikasi 2 arah (dialog).contoh:chatting, teleconference
  3. Transaction Enabler
    Pada tahap ini adalah pengembangan suatu aplikasi yang memungkinkan terjadinya transaksi bisnis secara electronik.
    a. Mekanisme pembelian oleh konsumen.
    b. Mekanisme perusahaan dengan rekanan bisninsya.
  4. One-to-one Relationship
    Terbentuknya mekanisme yang memungkinkan terjadinya transaksi perdaganan antarindividu  


Pengertian E-Commerce
E-Commerce singkatan dari Electronic Commerce (perdagangan elektronik), merupakan suatu kegiatan bisnis yang memanfaatkan jejaring computer (internet) yang biasanya melakukan kegiatan transaksi perdagangan jual-beli, memberikan pelayanan, memberi informasi  yang bertujuan mencari keuntungan pada model bisnis ini.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Faktor Penggunaan dan Manfaat E-Commerce…

Dengan media internet pastinya banyak manfaat yang dapat diambil dari e-commerce, seperti:
Jangkauan mempromosikan/memasarkan barang atau jasa  menjadi lebih luas tanpa ada batasan dari manapun, Penghematan sumber daya, Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah, Mendapatkan pelanggan baru baik local maupun luar, Melayani pelanggan tanpa batas waktu, Dan Konsumen memperoleh informasi yang beragam dan mendetail (bussiness to customer e-commerce).

Tipe-tipe E-Commerce…

1.     Bussiness to Business (B2B): tipe e commerce yang mengutamakan kerjasama transaksi antar perusahaan dengan menggunakan media elektronik.
2.     Bussiness to Consumers (B2C): pada B2C, pihak penjual adalah organisasi, sedangkan pihak pembeli biasanya individu
3.     Collaborative Commerce (C Commerce): dalam C Commerce, partner bisnis saling bekerjasama secara elektronik biasanya terjadi sepanjang rantai produksi suatu barang atau jasa.
4.     Consumers to Business (C2B): konsumen membuat masukkan akan kebutuhannya terhadap barang atau jasa.
5.     Consumers to Consumers (C2C): Transaksi antar individu.
6.     IntraBusiness Commerce: Penggunaan E Commerce dalam lingkup internal perusahaan atau organisasi untuk meningkatkan kinerja dan operasi.
7.     Government to Citizens (G2C): Pelayanan pemerintah terhadap masyarakat yang dapat digunakan untuk kerjasama antara pemerintah dengan pemerintah lain atau dengan perusahaan.
8.     Mobile Commerce: memungkinkan penggunaan E Commerce tanpa kabel.
Kelemahan Dari E-Commerce…

1.      Kasus dalam faktor keamanan transaksi e-commerce, yaitu dari pembajakan kartu kredit, stock exchange fraud, banking fraud, hak atas kekayaan intelektual, akses illegal ke sistem informasi (hacking) perusakan website sampai dengan pencurian data.
2.      Ketidaktepatan waktu pengiriman barang.
3.      No cash payment dan Ketidak puasan konsumen terhadap barang yang dipesan.

Keuntungan-keuntungan e-Commerce beraneka ragam dibagi berdasarkan pihak
yang diuntungkan, seperti di uraikan berikut ini :

  1. Memperluas pasar perusahaan ke pasar nasional bahkan internasional
  2. Memungkinkan perusahaan untuk memperoleh barang atau layanan dari perusahaan
    lain secara cepat dengan biaya yang minimal.
  3.  Mempersingkat atau mengurangi jalur distribusi pasar (marketing distribution channel). Barang jadi lebih murah dan keuntungan menjadi lebih tinggi.
  4. Mengurangi (sebanyak 90%) biaya pembuatan, proses, penyaluran, penyimpanan, dan mendapatkan informasi dengan adanya proses digital.
  5. Dapat mengurangi inventori barang dengan memfasilitasi pull-type supply chain management. Ini memungkinkan modifikasi produk dan mengurangi biaya inventori.
  6. Membantu bisnis kecil untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.
MODEL E-COMMERCE 
Model-model yang berkembang mengenai e-commerce, yang dengan demikian berlaku juga untuk eprocurement. E-procurement adalah salah satu pengembangan e-commerce yang mulai berkembang pada akhir abad-20 ini dan tidak diragukan lagi akan terus berkembang dengan pesat pada permulaan abad-21 ini. E-Procurement is a fully automated internet-based, self service application that streamlines the transactions between buyers and suppliers, and provides key information for strategic analysis.
Ada 4 model pokok yang berkembang dalam revolusi internet ini yang juga dinamakan the New Economy, yaitu :
1. Business-to-Business (B2B)
Adalah model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada perusahaan lain. Ini diperkirakan   sedang berkembang dengan cepat dari segi volume dan nilai perdagangan, jauh melebihi model – model yang lain.
2. Business-to-Cunsumer (B2C)
Ini adalah model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada pasar atau publik.
Contoh misalnya Amazon.com Inc. (www.amazon.com) yang menjual buku, yang mempunyai koleksi tidak kurang dari 4,5 juta judul buku.
3. Consumer-to-Consumer (C2C)
Ini adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perorangan juga.
Contoh adalah eBay Inc (www.ebay.com), suatu perusahaan yang menyelenggarakan lelang melalui internet. Melalui perusahaan ini, perorangan dapat menjual atau membeli dari perorangan lain melalui internet.
4. Consumer-to-Business (C2B)
Ini adalah model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan.
Contoh ialah Priceline (www.priceline.com), dimana konsumen menawarkan harga tertentu dimana ia menginginkan membeli berbagai barang dan jasa, termasuk tiket pesawat terbang dan hotel.
Dalam perkembangannya, perlu dibedakan antara B2B E-Commerce dan B2B Exchange. Keduanya memang menggunakan teknologi internet, namun mempunyai cara dan pasar yang berbeda, seperti dijelaskan di bawah ini.
1. B2B E-Commerce.
Bentuk ini menawarkan penjualan atau pembelian dalam bentuk maya tetapi oleh satu perusahaan pada perusahaan lain saja. Jadi tidak terbuka untuk banyak perusahaan agar dapat ikut.
2. B2B Exchange.
Sedangkan bentuk ini ialah padanan dari stock exchange misalnya, dimana transaksi terbuka untuk  semua perusahaan yang mau melakukannya. Jadi B2B Exchange adalah suatu jaringan dimana banyak pembeli dan banyak penjual dapat bertemu di ruang perdagangan maya.
Mengenai cara pembayaran, sesuai dengan cara transaksinya sendiri, juga secara maya (virtual), apakah dalam bentuk L/C, money transfer, credit card, P-Cards atau instrumen lain.
Faktor kunci sukses dalam e-commerce
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commercebisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
  1. Menyediakan harga kompetitif
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan.
  8. Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.
  9. Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.

Masalah e-commerce




Hukum Indonesia Tentang E-Commerce…

Di Indonesia peraturan mengenai kebebasan informasi public sudah dimuat dalam pasal-pasal KUHP. Dari beberapa yang ada, antara lain adalah:
“ Pasal 112 mengenai surat, kabar atau keterangan yang harus dirahasiakan karena kepentingan Negara (pidana penjara 20 tahun).
“ Pasal 124 mengenai rahasia militer (pidana penjara 15 tahun).
“ Pasal 322 mengenai rahasia jabatan (pidana penjara selama-lamanya Sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp.9.000,00).
“ Pasal 323 tentang rahasia perusahaan.
“ Pasal 369 mengenai rahasia pribadi yang dibuka untuk memeras seseorang (sanksi pidana penjara selama-lamanya 4 tahun).
“ Pasal 430-434 mengenai kerahasian surat menyurat melalui kantor pos atau kerahasiaan hubungan melalui telepon umum (pidana penjara selama-lamanya 2 tahun 8 bulan).

Minggu, 08 April 2018

Artikel SIM(SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

BERIKUT ADALAH beberapa ARTIKEL DARI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

1.Pengantar

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.

Tujuan Umum

• Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
• Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
• Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

Proses Manajemen

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

• Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
• Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitasmanajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
• Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Bagian

SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:

• Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
• Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
• Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
• Sistem informasi personalia (personal information systems).
• Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
• Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
• Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
• Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
• Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
• Sistem informasi analisis softwareSistem informasi teknik (engineering information systems).

2. Pengantar dan Konsep Dasar SIM

Apa yang dimaksud dengan informasi?

n  Informasi merupakan fakta, kejadian, statistik atau bentuk data lainnya yang dapat dipahami dan mempunyai arti, bernilai atau bermanfaat bagi seseorang untuk keperluan/pekerjaan tertentu.

n  Data pada umumnya harus diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang dapat dipahami dan bermanfaat atau lebih bermanfaat.

Data, Information & Knowledge

n  Data merupakan deskripsi dasar akan suatu, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang dicatat, diklasifikasikan, dan disimpan tanpa suatu pengorganisasian sebelumnya.

n  Knowledge (pengetahuan) terdiri dari data dan/ atau informasi yang telah diorganisasikan dan diproses sehingga memberi pemahaman, pengalaman, pembelajaran, dan keahlian tertentu yang dapat diaplikasikan pada masalah bisnis yang dihadapi.

Informasi dalam Proses Bisnis Industri Manufaktur

Apa yang dimaksud dengan Teknologi Informasi?

n  Teknologi Informasi

n  berbagai teknologi (utamanya computer-based tool) yang digunakan manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi

n  Istilah umum yang menunjukkan berbagai teknologi yang membantu pengumpulan, penyimpanan, manipulasi/analisis, produksi, komunikasi, dan penyebaran informasi.

Mencapai kesuksesan bisnis melalui Teknologi Informasi

n  People menggunakan information technology untuk bekerja dengan information

n  Teknologi informasi merupakan faktor penting dalam kesuksesan dan inovasi bisnis

3. Sistem Informasi dan dukungannya pada bisnis

Sistem Informasi (SI) dan Dukungan SI dalam Bisnis

n  Informasi  merupakan fakta, kejadian, statistik atau bentuk data lainnya yang dapat dipahami dan mempunyai arti, bernilai atau bermanfaat bagi seseorang untuk keperluan/pekerjaan tertentu.

n  Data pada umumnya harus diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang dapat dipahami dan bermanfaat atau lebih bermanfaat.

n  Teknologi Informasi (Information technology/IT)

n  berbagai teknologi (utamanya computer-based tool) yang digunakan manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi

n  Istilah umum yang menunjukkan berbagai teknologi yang membantu pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi/analisis), serta komunikasi dan penyebaran informasi.

Sistem Informasi

n  Sistem informasi merupakan suatu sistem yang menerima data dan input lainnya dan memprosesnya menjadi informasi sebagai output

n  Suatu sistem infomasi mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan menyebarkan informasi untuk suatu tujuan tertentu.

n  Sistem Informasi adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan (terintegrasi), yang mengumpulkan (atau mendapatkan), menyimpan, memproses, dan menyebarkan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan tujuan lain, baik orang maupun organisasi.

n  Komponen sistem informasi:

n  Infrastruktur (teknologi informasi)

n  SDM

n  Prosedur

n  Secara teori, sistem informasi dapat berupa lembaran kertas

n  Dalam bahasan perkuliahan ini difokuskan pada sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information Systems/CBIS)
Computer Based Information System (CBIS)

n  Sistem informasi yang menggunakan teknologi komputer untuk melaksanakan satu atau seluruh tugasnya.

n  Komponen CBIS:

n  Infrastruktur; Teknologi komputer

n  Hardware

n  Software

n  Database system

n  Computer network system

n  SDM

n  Prosedur

Tekanan Bisnis, Respon Organisasi, dan Dukungan Teknologi Informasi

n  Lingkungan bisnis merupakan kombinasi dari faktor sosial, legal, ekonomi, teknologi, dan politik yang mempengaruhi aktivitas bisnis

n  Perubahan siginifikan pada faktor-faktor tersebut dapat menciptakan tekanan bisnis kepada organisasi

n  Tiga macam tekanan bisnis yang dihadapi adalah tekanan  pasar (market), teknolog, dan sosial.

Respon Organisasi

n  Sistem Strategis; memungkinkan organisasi meningkatkan pangsa pasar (market share) dan/atau profit.

n  Fokus pada konsumen; memungkinkan organisasi memberikan pelayanan konsumen yang sangat baik dan mencegah berpindahnya konsumen ke kompetitor.

n  Sistem “membuat berdasarkan pesanan” (Make-to-Order); merupakan strategi untuk memproduksi produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan konsumen

n  Mass Customization; berproduksi dalam jumlah besar, tetapi tetap memungkinkan customizing (penyesuaian) dengan keinginan setiap konsumen

n  E-business dan E-commerce; strategi untuk menjalankan bisnis secara elektronik

4.TELEKOMUNIKASI , INTERNET, DAN E – BUSSINESS

Telekomunikasi dan Sistem Jaringan

Jaringan komputer – dua atau lebih sistem komputer yang saling terhubung dengan menggunakan kabel atau gelombang radio dalam suatu area geografis tertentu

Jaringan komputer yang tidak menggunakan kabel fisik disebut wireless

Manfaat Jaringan Komputer:

Kemampuan berkomunikasi dan berbagi

Menyimpan berbagai informasi pada suatu lokasi dalam jaringan dan kemampuan mengaksesnya

Memungkinkan orang berbagi informasi dan ide secara mudah

Mengkombinasikan kemampuan berbagai peralatan sebagai media kolaborasi untuk menggabungkan kemampuan orang-orang yang berbeda tanpa batasan lokasi

Kemampuan berkomunikasi dan berbagi

Menyimpan berbagai informasi pada suatu lokasi dalam jaringan dan kemampuan mengaksesnya

Memungkinkan orang berbagi informasi dan ide secara mudah

Mengkombinasikan kemampuan berbagai peralatan sebagai media kolaborasi untuk menggabungkan kemampuan orang-orang yang berbeda tanpa batasan lokasi

Internet

Definisi:

Suatu jaringan yang terbentuk dari jutaan jaringan pribadi yang lebih kecil yang masing-masing dapat bekerja independen maupun secara bersama dalam jaringan.

Jaringan yang menghubungkan jutaan komputer dan pribadi di seluruh dunia.

Intranet

Definisi:

Jaringan di dalam suatu organisasi yang menggunakan teknologi Internet untuk menyediakan lingkungan dan kemampuan Internet di dalam perusahaan untuk sharing informasi, komunikasi, kolaborasi, dan mendukung proses bisnis

Extranet

Definisi:

Hubungan jaringan yang menggunakan teknologi Internet untuk saling menghubungkan intranet suatu bisnis dengan intranet dari pelanggan, suppliers, atau business partners lainnya

Apa itu E-business?

Penggunaan teknologi Internet

Untuk bekerja dan membantu proses bisnis, electronic commerce (e-commerce), dan kolaborasi perusahaan

Di dalam suatu perusahaan dan dengan customer, supplier, dan business stakeholder lainnya.

Pada prinsipnya merupakan pertukaran nilai/manfaat secara online

Tujuh alasan utama membeli secara online:

1. Menghemat waktu dengan tidak pergi ke pasar/toko
2. Dapat berbelanja saat toko tutup (available 24/7)
3. Menghindari keramaian dan kekacauan
4. Kemungkinan menemukan harga yang lebih baik
5. Dapat menemukan produk secara lebih mudah
6. Dapat menemukan produk yang tidak tersedia di toko
7. Lebih mudah membandingkan harga

5. Sistem Informasi:
Macam dan Aplikasinya

Computer based information system (CBIS)

n  Suatu kombinasi yang terorganisir dari

n  Hardware; sekumpulan perangkat keras

n  Software; sekumpulan perangkat lunak

n  Data; sumber atau kumpulan data

n  Network; sistem jaringan

n  Policies and procedures;

sekumpulan kebijakan, posedur dan instruksi

n  People; orang-orang yang bekerja

n  Yang mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan menyebarkan informasi di dalam organisasi

Lima fungsi dasar teknologi dan sistem informasi (apa yang dilakukan)

1. Capture (menangkap)Mendapatkan informasi pada titik asalnya/terjadinya

2. Cradle (menyangga)Menyimpan informasi

3. Create (menciptakan)Memproses untuk mendapatkan sesuatu yang baru

4. Convey (menyampaikan)Menyajikan informasi dalam bentuk yang bermanfaat

5. Communicate (mengkomunikasikan)Mengirimnya kepada orang lain

Sistem pendukung operasi (Operations support systems)

n  Definisi

Sistem informasi yang memproses data yang dimunculkan dan digunakan dalam operasi bisnis

n  Tujuannya adalah memproses transaksi bisnis secara efisien, mengontrol proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi perusahaan, dan memperbaharui basis data perusahaan

Macam-macam Operations Support Systems

n  Transaction Processing Systems (TPS)

n  Merekam dan memproses data dari transaksi bisnis

n  Contoh:  pencatatan penjualan, sistem inventori, sistem akuntansi

n  Process Control Systems

n  Memonitor dan mengontrol proses-proses fisik produksi

n  Contoh:  dalam sistem penyulingan minyak digunakan sensor untuk memonitor proses kimiawi yang terjadi

n  Enterprise Collaboration Systems

n  Meningkatkan komunikasi tim maupun kelompok kerja

n  Contoh:  e-mail, videoconferencing

Sistem Pendukung Manajemen (Management Support Systems)

n  Definisi

Sistem informasi yang berfokus pada penyediaan informasi dan mendukung pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer

Macam-macam Management Support Systems

n  Sistem Informasi Manajemen (Management Information Systems/MIS)

Sistem informasi untuk fungsi manajerial

n  Menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan yang telah ditentukan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis (O’Brien, 2004)

n  Menyediakan informasi rutin untuk aktivitas perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian (pengambilan keputusan) dalam area fungsional. (Turban, 2004)

n  Mendukung level manajemen

n  Contoh:  laporan analisis penjualan harian, laporan produksi

n  Decision Support Systems (DSS)

n  Menyediakan sistem interaktif yang bersifat sementara untuk mendukung pengambilan keputusan

n  Mengkombinasikan model analitis dan database untuk menyelesaikan permasalahan

n  Membantu pengambil keputusan atau manajer

n  Contoh:  Prediksi hasil untuk menentukan pengalokasian anggaran iklan

n  Executive Information Systems (EIS)

n  Menyediakan informasi penting bagi eksekutif dan manajer

n  Contoh:  akses informasi mengenai tindakan kompetitor

6.  MANAJEMEN DATA

Manajemen Data

Saat ini, perusahaan bisnis tidak dapat bertahan maupun sukses tanpa data yang berkualitas mengenai operasi internal maupun lingkungan eksternal mereka.

Organisasi modern menyadari bahwa mengelola data dengan baik seperti halnya mereka mengelola aset berharga lainnya merupakan kunci sukses yang penting dalam pasar saat ini.

Manajemen data

Definisi:

Aktivitas manajerial yang menggunakan teknologi sistem informasi dalam menjalankan tugas pengelolaan data organisasi untuk memenuhi kebutuhan informasi semua stakeholder bisnis mereka.

Permasalahan dengan pemrosesan data tradisional:

Pengulangan Data – pengulangan data membutuhkan pemutakhiran (update) pada semua file data tersebut yang disimpan

Kesulitan Integrasi Data – data yang disimpan dalam file yang terpisah yang membutuhkan program output khusus menyebabkan kesulitan dalam sistem pelaporan ad hoc

Ketergantungan Data – suatu program umumnya menginformasikan bagaimana data disimpan sehingga perubahan format penyimpanan membutuhkan perubahan program juga

Pendekatan Database Management System (DBMS)

Definisi:

Mengkonsolidasikan pencatatan data ke dalam satu database yang dapat diakses dengan berbagai program aplikasi yang berbeda.

Software interface antara users dan databases

Data disimpan satu kali, dan terpisah dari program aplikasi

Database Application Programs

Fungsi:

Membuat dan memproses forms

Membuat dan mengirimkan queries

Membuat dan memproses reports

Mengeksekusi logika aplikasi

Mengontrol aplikasi

Macam-macam Database

Operational – menyimpan data yang detail yang dibutuhkan untuk mendukung proses bisnis dan operasi perusahaan

Distributed – database yang di ulang dan didistribusikan secara keseluruhan ataupun sebagian ke server jaringan pada berbagai lokasi

External – berisi banyak sekali informasi yang tersedia dari layanan online komersial maupun dari berbagai sumber dalam World Wide Web

Data Warehouse

Definisi:

Database  berukuran besar yang menyimpan data yang telah disarikan/disaring (extracted) dari berbagai operational, external, dan database lain dalam organisasi

Data Mart

Definisi:

Database yang menyimpan kumpulan data tertentu dari sebuah data warehouse yang fokus pada aspek tertentu dalam perusahaan, misalnya satu departemen atau satu proses bisnis

Data Mining

Definisi:

Aktivitas analisis terhadap data dalam suatu data warehouse untuk mendapatkan pola dan kecenderungan yang tersembunyi dalam aktivitas bisnis masa lalu

Penggunaan Data Mining

Melakukan “market-basket analysis” untuk mengidentifikasi kumpulan produk baru.

Menemukan akar permasalahan kualitas atau permasalahan manufaktur lain.

Mencegah kekecewaan konsumen dan memperoleh konsumen baru.

Mengenali profil konsumen secara lebih akurat.

PERENCANAAN SERTA PENGELOLAAN DAYA TARIK WISATA DAN DESTINASI WISATA

Kolaborasi dan Kemitraan dalam Pariwisata

Kemitraan seringkali dihubungkan dengan kolaborasi karena pada dasarnya memiliki pengertian yang sama, yaitu hubungan kerja sama antara 2 atau lebih perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuan yang sama. Kemitraan dan kolaborasi merupakan hal yang tidaklah jarang untuk ditemui pada masa kini, hal ini dianggap lebih menguntungkan dan lebih memudahkan diantara kedua atau lebih pihak yang saling ketergantungan ini.

Kemitraan dan kolaborasi ini ternyata juga sangat membantu dalam hal pariwisata. Dalam hal ini pihak-pihak yang saling berkolaborasi dan tentunya bermitra kerja bersama, akan menghasilkan keuntungan yang lebih dibanding yang bekerja sendiri, baik itu institusi maupun perusahaan. Kolaborasi dan atau mitra kerja tentunya juga akan menghasilkan kualitas pelayanan dan produksi yang lebih baik disbanding bekerja sendiri atau tunggal.

Kemitraan dan kolaborasi dalam pariwisata tentunya menyinggung tiap aspek yang ada, seperti ekonomi, social, hingga lingkungan. Hal ini terbukti dari semakin baiknya kualitas yang dihasilkan baik itu pelayanan maupun produk, maka akan semakin besar pula pendapatan atau penghasilah yang diterima, semakin banyak tawaran kerja yang diberikan bagi kalangan masyarakat, dan tentunya dengan terbukanya lapangan kerja semakin lingkungan itu diubah sedemikian rupa untuk memaksimalkan pekerjaan kedepannya.

Pariwisata dalam uu no.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan berarti ‘berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah’ oleh karena itu kolaborasi ataupun mitra kerja sekali lagi sangat mempengaruhi terwujudnya layanan yang berkualitas, baik itu akomodasi, trasportasi, hingga jasa makan dan minumnya. Hubungan ini dapat dilihat dari tersedianya infrastruktur yang baik menuju suatu destinasi khususnya daya tarik wisata, adanya jasa penginapan yang dekat dengan suatu daya tarik wisata, dan tentunya tersedianya lokasi makan dan minum bagi para wisatawan nantinya.

Kemitraan dan kolaborasi secara signifikan dapat kita lihat pada kolaborasi kerja antara perusahaan swasta yang mengelolah suatu daya tarik wisata misalnya Gowa Discovery parkdengan pemerintah yang akan menyediatan infrastruktur berupa kemudahan akses menuju ke daya tarik wisata tersebut. Bubungan kemitraan juga nampak pada Transtudio Makassar dengan Bank Mega, dalam hal ini wisatawan dapat menikmati tiap wahana dengan menggunakan studio pass sebagai alat untuk transaksi yang disediakan oleh Bank Mega.

Pendidikan Sebagai Teknik dalam Perencanaan dan Pengelolaan Pariwisata

Pendidikan tidak hanya didapatkan di lingkup sekolah melainkan bisa berada di manapun termasuk di suatu daya tarik wisata. Pendidikan yang dimaksud dalam pariwisata yaitu banyaknya informasi yang diberikan kepada wisatawan selama berada di daya tarik wisata tersebut. Dalam memberikan pendidikan perlunya media untuk menghasilkan informasi kepada wisatawan. Informasi yang diberikan biasanya dalam bentuk guide, guidebook maupun petunjuk arah bagi pengunjung. Media informasi tersebut memberikan kemudahan wisatawan dalam memperoleh informasi yang diperlukan terhadap daya tarik wisata itu. Hal tersebut dapat digunakan sebagai teknik dalam penrencanaan pariwisata dan pengelolaan pengunjung karena informasi tersebut menghasilkan hubungan terhadap pengunjung.

Proses dalam memperoleh informasi dapat menjadi akivitas bagi pengunjung untuk dapat lebih interaktif terhadap suatu objek. Seperti contoh guide di Museum yang bertugas memberikan informasi kepada pengunjung tidak hanya memberikan informasi umum, tetapi informasi tersebut harus bersifat pendidikan serta menghasilkan interaksi aktif kepada pengunjung. Proses penyajian informasi kepada pengunjung tergantung kepada interpretasi dari penyedia informasi (guide) terhadap objek yang akan dijelaskan.

Interpretasi dapat diartikan sebagai pemaknaan terhadap suatu hal untuk memberikan informasi yang lebih kepada orang lain. Interpretasi tersebut dapat berupa menjelaskan mengenai objek yang bergerak, penjelasan mengenai ilustrasi dari media baik gambar elektronik maupun cetak dan penjelasan menggunakan gerak tubuh (bodylanguage). Sehingga untuk unsur pendidikan pada suatu objek memerlukan media, baik secara formal maupun informal untuk menyalurkan informasi tersebut sampai kepada pengunjung melalui suatu interpretasi yang baik. Maka dari itu dalam perencanaan dan pengelolaan suatu daya tarik wisata, wisatawan tidak hanya memperoleh pengalaman yang unik tetapi harus juga membawa pulang pengetahuan selama berada di sebuah destinasi.

 

Regulasi Diri (Self Regulation)

Regulasi diri (Self regulation) adalah suatu peraturan-peraturan yang ditetapkan di suatu instansi, destinasi ataupun daya tarik wisata yang di dalamnya terdapat pedoman hukum berupa kode etik. Kode etik adalah suatu bentuk aturan yang tertulis, sistematis dan sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada. Ketika dibutuhkan, kode etik tersebut dapat difungsikan sebagai alat atau panduan dalam pemberian sanksi mengenai tindakan yang secara umum dinilai menyimpang atau melanggar kode etik tersebut. Kode etik atau regulasi dalam pariwisata ini ditujukan kepada pengunjung atau wisatawan, industri pariwisata atau pengelola, dan masyarakat.

Kode etik yang dibuat harus disesusaikan atau diklasifikasikan masing-masing kepada siapa peraturan tersebut ditujukan atau diterapkan. Seperti kode etik yang ditujukan kepada pengunjung atau wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi atau daya tarik wisata. Sebagai contoh,  wisatawan dilarang membuang sampah di dalam area daya tarik wisata, tidak boleh menyentuh apalagi mengambil barang yang ada di daya tarik wisata, adanya batasan umur untuk masuk kesuatu daya tarik wisata, sehingga apabila peraturan atau kode etik ini dilanggar maka pengunjung akan medapatkan sanksi atau denda sesuai kode etik yang ditetapkan. Beberapa contoh di atas harus dipatuhi oleh pengunjung.

Kode etik yang ditujukan kepada pengelola seperti mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Seorang pengelola juga harus dapat mengoptimalkan dampak positif dari pembangunan suatu industri pariwisata misalnya industri perhotelan, limbah dari hotel tersebut harus dapat dikelola dengan baik agar dapat mengurangi kerusakan lingkungan yang dapat ditimbulkan. Kode etik ini harus diterapkan seorang pengelola agar tercipta pariwisata yang bukan hanya dinikmati pada saat ini akan tetapi juga ke masa yang akan datang. Kode etik yang ditujukan kepada masyarakat lokal yang tinggal di suatu daya tarik wisata seperti tidak boleh merusak kawasan atau lahan serta habitat flora dan fauna yang berada disuatu daya tarik wisata.

Apabila pengunjung, pengelola dan masyarakat dapat mematuhi atau menerapkan etika atau kode etik tersebut serta dapat menjalin kolaborasi yang baik dan sejalan dengan kode etik yang sudah ditetapkan maka hal ini dapat menciptakan parwisata yang berkelanjutan (sustanable tourism).

 

Tata Kelola Destinasi atau DMO (Destination Management Organization)

Pengembangan pariwisata perlu direncanakan dengan matang  agar mencapai tujuan yang dinginkan yaitu pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini memicu para peniliti pariwisata mencoba  mencari atau menemukan pemecahan masalah tersebut sehinggga muncul konsep DMO. DMO merupakan sistem pengelolan pariwisata terpadu yang memilki kelengkapan dari sebuah sistem. DMO   bertanggung jawab atas kooordinasi dan penggambungan dari beberapa elemen pariwisata dan manajemen pemasaran pariwisata.

Sebelum memahami lebih lanjut mengenai DMO maka perlu terlebih dahulu memahami  management detination dan management marketing. Mill dan Morrrison (2012) mengatakan bahwa “Destination management is the coordination and integration of all element of the detination mix and particular geographic area  the attraction and event,  fasilities (hotels, restaurant, etc). Ini berarti Destination management adalah sebuah lingkup dari pariwisata yang saling koordinasi dan bergabung agar terealisasinya kegiatan pariwisata.

Destination marketing merupakan salah satu komponen penting dalam DMO. DMO bisa dikatakan berhasil apabila berhasil menarik wisatawan atau pengunjung untuk datang ke wilayah yang telah di promosikan. DMO bertanggung jawab atas semua aspek yang berkaitan dengan pariwisata dan promosinya  ini juga didukung oleh pernyataan Marison, 2012  bahwa tugas DMO adalah sebagai berikut:

Sebagai pemimpin dan mengkoordinasi (Leadership and coordination)Sebagai perencana dan peneliti(Planning and research)Sebagai pengembang (Produk development)Sebagai pemasar dan mempromosi(Marketing and Promotion)Kemitraan dan pembangunan tim (Partnership and theam –building)Hubungan masyarakat (Commmunity relation)

 Dilihat dari tugas dan tanggung jawab DMO, sangat bagus apabila konsep DMO bisa diimplementasikan di suatu wilayah atau Destinasi maka akan sangat memungkin Destinasi tersebut akan berkembang pesat.

Hotel Terbaik Di Lampung - Swiss-Belhotel Lampung                                                                              Swiss-B...